PEKANBARU — Sebanyak 180 siswa SMAN 15 Pekanbaru berkumpul di mushala sekolah pada Jumat siang (13.45 WIB) untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dan bimbingan penulisan talibun pelajar se-ASEAN. Kegiatan literasi yang digagas oleh Perkumpulan Rumah Seni Asnur (Perruas) ini digelar secara hybrid, menghubungkan para siswa dan guru di sekolah secara daring via Zoom bersama pendiri Perruas sekaligus budayawan nasional, Datok Asrizal Nur dari Jakarta.
Rangkaian acara dipandu oleh Reni Yanuarni, M.Pd. selaku pembawa acara, diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Basri, S.Ag.
Kepala SMAN 15 Pekanbaru, Siti Rohana, S.Pd., hadir langsung bersama jajaran wakil kepala sekolah, yaitu Syarti Eka Masni, M.Pd. (Humas), Romawati, S.Pd., M.Pd. (Sapras), serta Basri, S.Ag. (Kesiswaan). Bimbingan teknis penulisan ini juga didampingi langsung oleh Guru Penggerak dan pembimbing talibun sekolah, yakni Reni Yanuarni, M.Pd., Gr selaku koordinator, didampingi Juliarti, S.Pd., Agidia Karina, S.Pd., M.Pd., Gr., Desi Rahmawaty, S.E., Gr., Nurhasanah, S.Ag., serta Misna Sarmi, S.Sos., M.M.
Dalam sambutannya, Siti Rohana menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Datok Asrizal Nur yang berkenan meluangkan waktu berbagi ilmu dengan para siswa SMAN 15 Pekanbaru.
“Kami sangat berterima kasih kepada Datok Asrizal Nur yang sudah bersedia hadir berbagi ilmu dan memotivasi anak-anak kami secara langsung lewat ruang virtual ini. Kesempatan berharga ini semoga dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para siswa untuk belajar langsung dari ahlinya, mendalami karya sastra Melayu lama seperti talibun, dan menghasilkan karya terbaik,” ujar Siti Rohana.
Pada sesi utama, Datok Asrizal Nur memaparkan materi dasar mengenai struktur talibun, aturan penulisan, hingga tips merangkai bait sampiran dan isi mengenai nasihat baik nasihat remaja, nasihat agama, nasihat belajar, dll. Ketika sesi interaktif, beberapa siswa membacakan draf karya mereka dan langsung mendapatkan masukan serta koreksi dari Datok Asrizal.
Setelah pemaparan materi daring berakhir, para siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil di bawah bimbingan guru mentor masing-masing. Sesi bimbingan tatap muka ini dimanfaatkan para siswa untuk menuntaskan naskah talibun, sebelum akhirnya ditutup dengan sesi pengambilan foto profil untuk kebutuhan penerbitan buku antologi.
Bagi SMAN 15 Pekanbaru, keikutsertaan tahun ini merupakan kali ketiga sekolah berpartisipasi dalam kegiatan menulis buku antologi pelajar se-ASEAN yang diinisiasi oleh Perruas. Rekam jejak SMAN 15 Pekanbaru sangat kuat di ajang ini: pada tahun 2023 SMAN 15 Pekanbaru terlibat dalam kegiatan menulis buku antologi syair, SMAN 15 Pekanbaru langsung membawa pulang predikat Juara 2 Pengirim Naskah Terbanyak tingkat SMA se-ASEAN. Tahun 2025 SMAN 15 Pekanbaru kembali mengirimkan 100 siswa penulis buku antologi dan sukses meraih predikat Juara 1 Pengirim Naskah Terbanyak se-ASEAN. Masih dalam kegiatan yang sama 3 orang siswa berhasil menembus jajaran 20 Penulis Terbaik se-ASEAN, bahkan pada acara puncak peluncuran buku, siswa SMAN 15 Pekanbaru cahaya Qulbida, terpilih sebagai Penulis Pelajar Terbaik 1 Kategori SMA se-ASEAN.
Tahun ini, SMAN 15 Pekanbaru menaikkan target dengan mengirimkan 180 siswa penulis. Apakah SMAN 15 Pekanbaru mampu mempertahankan tradisi juara dan kembali mendominasi ajang sastra tingkat ASEAN tahun ini? Jawabannya tengah dirangkai lewat bait-bait talibun yang sedang mereka tulis. (REY)
