PEKANBARU – Ribuan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Pekanbaru tampil gagah mengenakan tanjak dalam Kenduri Akbar Melayu 2026 di halaman Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Di antara ribuan peserta tersebut, 200 siswa laki-laki SMAN 15 Pekanbaru turut ambil bagian dalam momen bersejarah tersebut.
Dipimpin Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Basri, S.Ag., bersama perwakilan majelis guru, siswa laki-laki kelas X, XI, dan XII SMAN 15 Pekanbaru hadir mengenakan pakaian Melayu. Yang menarik dari kegiatan tersebut, setiap siswa dapat satu tanjak. Kegiatan ini memecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pemakaian tanjak secara serentak. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau tahun 2026.
Mengenakan tanjak bukan sekadar mengikuti sebuah acara. Ada nilai budaya dan kebersamaan yang ingin ditanamkan. Semangat “satu kepala, satu tanjak, satu Riau” menjadi gambaran bagaimana generasi muda diajak untuk mengenal, mencintai, dan ikut menjaga budaya Melayu sebagai bagian dari identitas daerah.
Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau tahun 2026, “Bersatu dalam Keragaman, Maju dalam Pembangunan.” Kepala SMAN 15 Pekanbaru, Ibu Siti Rohana, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh siswa serta guru pendamping yang telah ikut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan budaya seperti ini menjadi pengalaman berharga. Tidak hanya menambah wawasan tentang budaya Melayu, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga sebagai generasi muda Riau.
“Semoga kegiatan ini membuat anak-anak semakin mengenal dan mencintai budaya daerahnya. Mereka bukan hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam menjaga budaya Melayu,” ujarnya.
Dengan tanjak yang terpasang di kepala, para siswa SMAN 15 Pekanbaru pun menjadi bagian dari sebuah catatan sejarah. (REY)
