Kualitas Udara Memburuk Akibat Karhutla, SMAN 15 Pekanbaru Kembali Berlakukan Pembelajaran Daring Penuh

PEKANBARU – Menindaklanjuti kondisi kualitas udara yang kian memburuk akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), SMAN 15 Pekanbaru kembali memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar daring secara penuh bagi seluruh peserta didik. Kebijakan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 16–18 September 2026.

Sebelum keputusan PJJ penuh ini diambil, pihak sekolah sebelumnya telah menerapkan penyesuaian jam belajar tatap muka. Pada hari Senin dan Selasa (14–15 September 2026), kegiatan belajar mengajar di sekolah dibatasi hanya setengah hari, seluruh siswa dipulangkan lebih awal pada pukul 12.00 WIB guna meminimalisasi paparan kabut asap.

Namun, menyusul rilis pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per Selasa, 15 September 2026 yang menunjukkan kualitas udara di Kota Pekanbaru telah masuk ke kategori SANGAT TIDAK SEHAT, penanganan lebih lanjut segera diberlakukan. Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor: B.400.3.1/Disdik/35/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru.

Kepala SMAN 15 Pekanbaru, Siti Rohana, S.Pd., menyampaikan bahwa pergeseran dari pembelajaran tatap muka terbatas menjadi daring penuh merupakan langkah perlindungan utama bagi civitas akademika sekolah.

“Melihat kondisi udara yang semakin pekat dan berada di level sangat tidak sehat, setelah dua hari sebelumnya anak-anak kita pulangkan jam 12 siang, maka mulai hari Rabu ini hingga Jumat kami putuskan untuk mengalihkan pembelajaran secara penuh dari rumah (daring). Kesehatan dan keselamatan ananda serta bapak/ibu guru tetap menjadi prioritas utama,” jelas Siti Rohana.

Pihak sekolah memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung optimal melalui pemanfaatan platform pembelajaran digital yang sudah disiapkan bapak/ibu guru. Siswa diharapkan tetap disiplin mengikuti jadwal kelas virtual serta menyelesaikan tugas yang diberikan.

Selain itu, sekolah juga mengimbau para orang tua/wali murid untuk terus mendampingi anak-anak, memastikan mereka tidak beraktivitas di luar rumah tanpa keperluan mendesak, disiplin menggunakan masker, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Pihak manajemen sekolah akan terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum memutuskan mekanisme pembelajaran pada pekan berikutnya. (REY)

Leave a Reply